Sigmagazine > Uncategorized > MURI Event Jogja Menari, Tepis Isu Intoleransi

MURI Event Jogja Menari, Tepis Isu Intoleransi

9 months ago
royanromadhon
166

[YOGYAKARTA] Keluarga Alumni SMA Teladan Yogyakarta menggelar acara Jogja (Menari) Untuk Dunia dan berhasil memecahkan rekor Museum Republik Indonesia (MURI) kategori pergelaran Tari Jaranan yang diikuti sebanyak 4,279 penari dari berbagai usia dengan jangka waktu 8,5 menit pada Minggu (23/12).

Perhelatan event olahraga bercampur seni Jogja Color Walk dan Jogja Menari 2018 yang dipusatkan di Alun Alun Utara tersebut juga dikukuhkan sekaligus sebagai rekor dunia

Manajer MURI Sri Widayati menyerahkan piagam kepada Ketua Panitia Jogja Color Walk dan Jogja Menari 2018 yang juga alumni SMAN 1 Teladan Yogya Romahurmuziy. Selain itu, Presiden RI Joko Widodo juga memberikan apresiasi terkait penyelenggaraan atraksi tersebut melalui pesan video yang diputar di hadapan masyarakat.

Sri Widayati mengatakan rekor Jogja Menari membuat Yogya kembali tercatat sebagai penyumbang rekor di MURI setelah beberapa kali event yang digelar. Pada 2003 silam misalnya, Yogya juga menerima penghargaan rekor terbanyak untuk event memasak gudeg terbanyak hingga 1 ton. Lalu pada 2014 Yogya juga menggondol rekor untuk event Jogja Membatik di kain terpanjang, sepanjang 3.005 meter, lebar kain 40 centimeter dan dibatik bersamaan oleh 3.000 peserta. Kemudian pada 2016 event Yogya Makan Gudeg dengan lauk ikan tuna yang diinisiasi Menteri Kelautan Perikanan Susi Pudjiastuti juga mendapatkan rekor MURI.

Sedang Romahurmuziy atau Romi mengatakan cukup puas dengan kegiatan alumni SMAN 1 Teladan Yogya yang berhasil memecahkan rekor MURI dan diikuti belasan ribu peserta untuk semua acara. “Acara ini merupakan acara yang diusung dari tiga konsep sekaligus, yakni keragaman, olahraga, dan kegembiraan,” ujar Romi.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan itu mengatakan, kini bangsa Indonesia tengah menghadapi tahun politik. “Semoga tidak ada lagi permasalahan kepada sesama anak bangsa karena perbedaan yang ada, karena kami di sini hanya ingin melestarikan budaya bangsa dan menyampaikannya kepada dunia,” ujar Romi.

Romi mengatakan di tahun politik ini seringkali perbedaan dipersoalkan sehingga dalam event itu tidak ditampilkan atribut identitas tertentu agar semua kembali lebur jadi satu.

“Tidak usah politik dulu deh, event ini untuk bersenang-senang, olahraga bersama sambil bersama melestarikan tradisi tari Jaranan,” ujarnya.

Ketua I Panitia Kegiatan Jogja Color Walk dan Jogja Menari Heru Krisna sebelumnya mengatakan kegiatan tersebut diharapkan bisa memberikan sumbangsih besar bagi keberagaman, kemajemukan dan ke-Bhinekaan di Yogya Jogja. “Kami Keluarga Alumni SMAN 1 Teladan ingin berpartisipasi dalam gerakan menegaskan Yogya sebagai kota budaya,” ujarnya.

Belakangan ini, Yogya mendapat sorotan terkait adanya kasus intoleransi dan kerukunan umat beragama. Gelaran ini, kata Heru, bisa menjadi kegiatan positif untuk mengajak seluruh masyarakat untuk merajut rasa kebhinekaan kembali. Walaupun gelaran tersebut reuni alumni SMA teladan, namun dalam kegiatannya melibatkan masyarakat. [152]

Leave a Reply